PPPI Siap Pamerkan Potensi Industri Periklanan Indonesia di AdAsia Bali 2017

PPPI Siap Pamerkan Potensi Industri Periklanan Indonesia di AdAsia Bali 2017
 Jakarta – Asian Federation of Advertising Associations (AFAA) akan kembali menggelar AdAsia, Kongres Periklanan terbesar di Asia. Ini merupakan kegiatan dua tahunan dari organisasi periklanan yang beranggotakan 16 negara di Asia tersebut.

AdAsia kali ini akan digelar di Bali, setelah Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI) berhasil memenangkan bidding untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan AdAsia ke-30 tersebut. Terpilihnya Indonesia merupakan suatu kebanggaan, apalagi PPPI sempat absen pada penyelenggaraan AdAsia selama kurun waktu dua puluh tahun.

Perjuangan PPPI menjadi tuan rumah AdAsia dimulai empat tahun lalu, saat ikut bidding di Vietnam. Kala itu PPPI berhasil memenangkan bidding tersebut, sekaligus memastikan Indonesia sebagai tuan rumah AdAsia 2017 dengan menyisihkan kompetitor dari organisasi periklanan Thailand dan Filipina. Indonesia sendiri tercatat terakhir kali berperan sebagai tuan rumah di AdAsia tahun 1995.

Meski telah merebut tiket tuan rumah, perjuangan Indonesia belum selesai. PPPI terus meyakinkan para anggota AFAA terhadap kemampuan Indonesia sebagai tuan rumah. Salah satunya menggelar ‘Indonesian Night’, malam budaya yang merupakan teaser promo sebagai rangkaian event AdAsia Bali 2017, pada ajang AdAsia 2015 di Taiwan dua tahun lalu.

Bagi PPPI, penyelenggaraan AdAsia di Indonesia sangat penting sehingga harus diperjuangkan. Pasalnya AdAsia merupakan konferensi marketing paling bergengsi yang selalu menjadi ajang untuk memperoleh ilmu dari para pakar bisnis dan marketing, sekaligus membangung network dengan para praktisi bisnis lokal maupun mancanegara.

Tidak kalah penting kongres ini menjadi acara yang tepat untuk mempelajari trend terbaru di industri periklanan dan menyorot berbagai studi kasus pemasaran serta periklanan di wilayah Asia Pasifik.

Kini AdAsia Bali 2017 sudah diambang pintu. Acara ini akan diselenggarakan pada tanggal 8-10 November 2017 di Bali Nusa Dua Convention Center. Kegiatan ini mengambil tema “Globalizasian – Advancing New Possibilities.”

Rencananya PPPI akan menghadirkan lebih dari 30 pembicara kelas dunia di AdAsia Bali 2017, diantaranya Guy Kawasaki (brand evangelist of Canva & former brand evangelist of Apple), David Coulthard (F1 grand prix winner; Martin Lindstrom, author of the best-selling book Buyology), Charles Adler (co-founder of Kickstarter.com), Piotr Jakubowski (CMO of Go-Jek Indonesia).

Selanjutnya Azran Osman Rani (CEO of iflix Malaysia), dan Shelina Janmohamed (vice president of Ogilvy Noor). Kofi Annan, mantan Sekretaris Jendral PBB dan penerima penghargaan Nobel Perdamaian Dunia, juga akan hadir sebagai Keynote Speaker dengan mengusung topik ‘Positive Change’, bagaimana bisnis dapat menjadi bagian penting dalam sebuah perubahan positif.

Maya Watono, Kepala Hubungan Internasional PPPI mengatakan terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah AdAsia ke-30 sangat tepat sebab Indonesia merupakan salah satu negara Asia yang paling berpotensi dengan perkembangan industri iklan terbesar di Asia. Indonesia memiliki 8.000 brand yang aktif di pasar dan 400 perusahaan di bidang periklanan, dengan sekitar Rp 120 triliun uang yang beredar di industri setiap tahunnya.

“Melalui AdAsia, kita dapat mempromosikan Indonesia ke dunia internasional, termasuk kemajuan besar dalam industri periklanan di tanah air. Acara ini merupakan ajang showcase untuk Indonesia, baik dari sisi destinasi maupun bisnis. Target AdAsia menghadirkan 1.500 peserta dari sekitar 16 negara,” papar Maya yang juga menjabat sebagai CEO Dwi Sapta Group dalam Konfrensi Pers AdAsia Bali 2017 di Jakarta, Selasa, (31/10).

Sementara Harris Thajeb, Chairman Komite AdAsia menambahkan, AdAsia Bali 2017 akan menjadi momentum bagi insan periklanan Asia untuk bersama-sama belajar lebih banyak lagi tentang inovasi terkini dan perkembangan di masa depan. “Penyelenggaraan AdAsia ini tidak lepas dari dukungan semua pihak yang terlibat dan kami berharap untuk bisa mendukung setiap individu dan korporasi dalam industri ini,” ujarnya.

Sumber: Majalah Investor

Categories: Ekonomi

About Author

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*