November 2017 Apegti Riau Gelar Rakerda dan Pelantikan Pengurus DPP dan DPD Se Riau

November 2017 Apegti Riau Gelar Rakerda dan Pelantikan Pengurus DPP dan DPD Se Riau

 

Pekanbaru, – Rencana pelantikan sekaligus Rakerda DPP APEGTI Riau dan DPD APEGTI se Provinsi Riau November 2017 mendatang dinilai akan menjadi momen kebangkitan kembali APEGTI. Selama ini Asosiasi Pengusaha Gula dan Tepung Indonesia ini dinilai mati suri dibawah himpitan “kartel besar”.

 

Hal ini diungkap oleh Ketua DPP APEGTI Provinsi Riau, Ir. Nur Ja’far Marpaung disela rapat koordinasi bersama Dewan Pengurus Provinsi APEGTI Riau dan Ketua Dewan Pengurus Daerah APEGTI se Provinsi Riau  dengan agenda Pembentukan Kepanitiaan Pelantikan dan Rakerda DPP APEGTI RIAU & DPD APEGTI se Provinsi RIAU, minggu (22/10/2017)di Pekanbaru.

 

Dikatakan Nur Ja’far,  strategi terbaik melawan kartel adalah dengan melibatkan putra daerah secara total. Putra daerah yang dimaksud, menurutnya adalah UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) yang berkecimpung pada perdagangan  produk-produk sembako.

 

“Kehadiran APEGTI bukan untuk “menghantam” kartel tetapi hanya mengurangi kuota yang mereka miliki. Caranya ya dengan membangkitkan UMKM di daerah-daerah. Dampaknya, APEGTI akan mampu mengontrol harga yang selama ini dikuasai kartel. ”Ujarnya melalui rilisnya kepada wartawan, senin (23/10/2017)

 

“Sebagai organisasi yang memang bergerak di bidang ini, diharapkan pemerintah juga akan melibatkan pihak kita dalam mengontrol harga agar masyarakat sebagai konsumen tidak terus dirugikan,” ditambahkannya

 

Sebagai langkah awal Nur Ja’far menargetkan untuk melahirkan sedikitnya 5 UMKM baru setiap bulannya di DPD-DPD APGETI. Dengan juga mendapatkan quota, UMKM-UMKM ini diyakini akan bisa ikut berkoporasi. “Jadi korporasi tidak hanya semata diperuntukan bagi pengusaha-pengusaha besar saja”

 

Diterangkannya, saat ini Indonesia sedikitnya membutuhkan sebanyak 5 juta ton gula dan 4 juta ton terigu per tahun. Sementara produksi dalam Negri hanya mampu memenuhi sebanyak 2,5 juta ton gula dan 2 juta ton terigu per tahunnya. Kekurangannya dipenuhi dengan cara impor.

 

“Dengan kondisi ini saya berharap APEGTI Riau akan dapat mengambil peluang. Sehingga nantinya putra-putra daerah akan menjadi pengusaha-pengusaha yang produktif dan mampu mandiri dalam upaya meningkatkan kesejahteraan bagi seluruh anggota/mitra APEGTI.” Harap Nur Ja’far. /Am

Categories: Seputar Riau

About Author

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*